MODEL PRIORITAS PROGRAM PEMERATAAN IPM DI PROVINSI LAMPUNG MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

Erliyan Redy Susanto, Ajeng Savitri Puspaningrum

Abstract


Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 melaporkan bahwa Provinsi Lampung memiliki IPM paling rendah di pulau sumatera. Pemerintah telah menyusun Road map IPM Provinsi Lampung sebagai bagian dari strategi yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan IPM Provinsi Lampung. Provinsi Lampung diketahui hanya ada dua kabupaten/kota yang memiliki nilai IPM kategori tinggi dan diatas rata-rata IPM nasional. Meskipun demikian ada 13 kabupaten/kota yang masih membutuhkan perhatian yang lebih agar program pemerintah dapat tercapai terutama dalam peningkatan nilai IPM. Data IPM yang sering dipublikasikan pada pertengahan tahun menjadi menjadi tantangan pemerintah dalam membuat program kerja sebaik mungkin. Dengan demikian maka pemerintah perlu memiliki cara dalam menilai ketercapaian program terkait IPM setiap kabupaten/kota sehingga dapat segera melakukan perencanaan prioritas program pembangunan. AHP dipilih sebagai model untuk membantu pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan IPM pada Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan Provinsi Lampung secara umum perlu memberikan perhatian lebih pada dimensi pendidikan

References


T. Marawar, S. Kale, and K. Araspure, “E Governance,” in DSDE 2010 - International Conference on Data Storage and Data Engineering, 2010, pp. 183–186.

Bannister and Connolly, “Defining e-Governance,” e-Service J., vol. 8, no. 2, p. 3, 2012.

G. Misuraca and G. Viscusi, “E-governance for development: Lessons learned and strategic principles for designing an operational roadmap,” Int. J. Electron. Gov., vol. 3, no. 2, pp. 118–133, 2010.

J. Zhang, “Good Governance Through E-Governance?,” J. E-Government, vol. 2, no. 4, pp. 39–71, 2006.

T. G. Weiss, “Governance, good governance and global governance: Conceptual and actual challenges,” Third World Q., vol. 21, no. 5, pp. 795–814, 2000.

P. Rossel and M. Finger, “Conceptualizing e-Governance,” in Proceedings of the 1st international conference on Theory and practice of electronic governance - ICEGOV ’07, 2007, p. 399.

BPS, “Kepadatan Penduduk menurut Provinsi, 2000-2015,” 2016. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/842. [Accessed: 07-Aug-2018].

BPS, “Jumlah Penduduk Miskin Menurut Provinsi, 2007-2018,” 2018. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1119. [Accessed: 07-Aug2018].

G. Kou, Y. Shi, and S. Wang, “Multiple criteria decision making and decision support systems - Guest editor’s introduction,” Decis. Support Syst., vol. 51, no. 2, pp. 247–249, 2011.

BPS, “Index Pembangunan Manusia 2014,” Jakarta, 2015.

A. Davies and G. Quinlivan, “A panel data analysis of the impact of trade on human development,” J. Socio. Econ., vol. 35, no. 5, pp. 868–876, 2006.

Y. Peng and L. Yu, “Multiple Criteria Decision Making in Emergency Management,” Comput. Oper. Res., vol. 42, pp. 1–2, 2013.

H. Su, C. H. Chang, C.-Y. Chang, and F. Lin, “Corporate Governance Rating Corporate governance rating system in Taiwan with Multi Criteria Decision Making Methods,”Contemp. Manag. Res., vol. 9, no. 1, pp. 3–12, 2013.

Marimin, W. Adhi, and M. A. Darmawan, “Decision support system for natural rubber supply chain management performance measurement: A sustainable balanced scorecard approach,” Int. J. Supply Chain Manag., vol. 6, no. 2, pp. 60–74, 2017.

A. Radionovs and O. Užga-Rebrovs, “Fuzzy Analytical Hierarchy Process for Ecological Risk Assessment,” Inf. Technol. Manag. Sci., vol. 19, no. 1, 2016.

A. Khaira and R. K. Dwivedi, “A State of the Art Review of Analytical Hierarchy Process,” in Materials Today: Proceedings, 2018, vol. 5, no. 2.

A. F. Oksaping, B. Sudarsono, and arief L. Nugraha, “Penentuan Tingkat Kemiskinan Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process Dan Sistem Informasi GEOGRAFIS (Studi Kasus: Kecamatan Tugu, Tembalang dan Banyumanik),” J. Geod. Undip, vol. 4, no. 2, pp. 208–215, May 2015.

Z. K. Jan Nevima, “Modified Human Development Index And Its Weighted Alternative – The Case Of Visegrad Four Plus Austria And Slovenia,” Forum Sci. Oeconomia, vol. 5, no. 2, pp. 101–111, 2017.

Q. Qiu, J. Sung, W. Davis, and R. Tchernis, “Using spatial factor analysis to measure human development,” J. Dev. Econ., 2017.

T. L. Saaty, The Analytic Hierarchy Process:Planning, Priority Setting, Resource Allocation. 1980.

A. Setiawan, E. Sediyono, and D. A. L. Moekoe, “Application of AHP Method in Determining Priorities of Conversion of Unusedland to Food Land in Minahasa Tenggara,” Int. J. Comput. Appl., vol. 89, no. 8, pp. 37–44, Mar. 2014.

BPS, “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2017 mencapai 70,81. Kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat Indonesia mengalami peningkatan,” 2018. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/04/16/1535/indeks-pembangunan-manusia--ipm-indonesia-pada-tahun-2017-mencapai-70-81--kualitas-kesehatan--pendidikan--danpemenuhan-kebutuhan-hidup-masyarakat-indonesia-mengalami-peningkatan.html. [Accessed: 18-Aug-2018].

H. Wolff, H. Chong, and M. Auffhammer, “Classification, Detection and Consequences of Data Error: Evidence from the Human Development Index*,” Econ. J., vol. 121, no. 553, pp. 843–870, Jun. 2011.




DOI: https://doi.org/10.33365/jti.v14i1.543

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JURNAL TEKNOINFO
Published by Universitas Teknokrat Indonesia
Organized by Program Studi S1 Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
W: http://ejurnal.teknokrat.ac.id/index.php/teknoinfo/index
E : teknoinfo@teknokrat.ac.id.
Jl. Zainal Abidin Pagaralam, No.9-11, Labuhan Ratu, Bandarlampung

Creative Commons License
Jurnal TEKNOINFO is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jumlah Pengunjung : View Teknoinfo StatsCounter

Flag Counter